Baby Let Me Be Your Husband – Eps 4

0
(0)
Sebelum baca, ayo like halaman facebook dan subscribe youtube kami agar tidak ketinggalan info update!!

Hati Kelly hancur sampai berkeping-keping. Ternyata… Rey meminjam uang untuk biaya menggugurkan selingkuhannya. Cukup sudah, hubungan ini benar-benar tak bisa dipertahankan lagi. Kelly tak ingin berada di dalam hubungan yang tidak sehat ini.

“Marco, terima kasih banyak udah lebih milih jujur daripada bantu Rey buat bohongin aku. Walaupun sedih, tapi aku udah mutusin buat putus dari Rey. Udah waktunya aku bahagiain diriku sendiri.” ucap Kelly, lalu mengeluarkan ponselnya, untuk menghubungi Rey.

Baru saja mengetik pesan untuk Rey, ponsel Kelly tiba-tiba berdering. Orang yang menelepon Kelly adalah mamanya Rey. Kelly segera mengangkat telepon itu.

“Hallo, Tante.”

“Kelly…”

“Iya Tante?”

“Tinggalin Rey ya udah. Tante udah transfer total uang yang pernah dipake sama Rey.”

“Maksud Tante?”

“Tante udah tau semuanya, gimana kelakuan Rey, semuanya tante udah tau. Rey ada di rumah sekarang, lagi dididik sama ayahnya.”

“Tante…”

“Kamu cantik, pintar, karier bagus, berhak mendapatkan laki-laki yang lebih baik daripada Rey. Biarin Rey belajar dari kesalahan ini. Tante mewakili Rey, mohon maaf mohon maaf sekali. Tante juga…”

Mama Rey sudah tak bisa menahan tangisnya lagi.

“Tante, sabar, ini cobaan.” ucap Kelly.

“Rey gak gini dulu, cuma karena salah pergaulan bisa sampe rusak semua didikan yang pernah tante ajarin ke dia huhuhu.” mama Rey menangis tersedu-sedu, setelah beberapa saat, melanjutkan lagi, “Jaga diri kamu baik-baik ya Nak. Maafin segala kesalahan Rey. Sudah dulu ya, Tante belum istirahat semalaman.”

Telepon pun mati sebelum Kelly sempat menjawab teleponnya.

Kelly menyeka air matanya, saat itu juga ia mengirimkan chat terakhirnya untuk Rey.

“Rey… Bukan sehari dua hari aku menghabiskan waktu bersamamu. Dari masa sulit kuliah sampai masa sulit yang baru setelah lulus kuliah. Aku selalu mencoba yang terbaik untuk selalu mendukungmu, dalam keadaan apapun. Namun, kurasa usahaku sudah cukup. Aku gak bisa tanggung lagi beban hubungan kita, kalau masalah itu sudah menyinggung masalah kesetiaan. Aku cukupkan cintaku sampai di sini, walau perih, tapi aku yakin aku bisa ikhlasin kamu pergi. Selama tinggal.”

Tangis Kelly seolah sudah mengering, tak ada lagi air mata yang bisa keluar dari matanya. Kelly merasa semua penderitaan yang Rey berikan sudah cukup berat.

Kelly berdiri dari sofa, lalu berkata, “Marco… Terima kasih banyak ya. Maaf udah repotin kamu hari ini. Aku pamit pulang ya.”

Marco segera mencegat Kelly, “Aku gak bisa biarin kamu sendirian. Kamu lagi sedih banget, gak baik kalo sendirian. Aku temenin ya.”

“Aku butuh waktu buat sendiri. Makasih banyak.” Kelly menolak tawaran Marco.

“Lihat aku sebagai sahabat kamu Kel, aku gak mikir lebih, gak mikir mau manfaatin keadaan kamu yang baru aja patah hati. I beg you…” Marco memohon pada Kelly.

Kelly masih tak menjawab permintaan Marco. Sesaat kemudian, Marco pun melanjutkan, “Pantai. Gimana kalo kita ke pantai? Emang gak begitu indah sih, tapi setidaknya kamu bisa teriak di sana! Yuk, kamu suka seafood juga kan? Kita sekalian makan di sana. Coba inget-inget, kapan terakhir kali kamu turutin apa yang diri kamu mau?”

Kelly tertegun mendengar perkataan Marco. Sejak sikap Rey berubah, dirinya memang tak pernah begitu memerhatikan dirinya sendiri lagi. Tanpa disadari, Kelly hampir kehilangan dirinya sendiri karena terlalu mementingkan Rey, yang tak pernah mementingkan dirinya. Saat kuliah dulu, kebetulan kota tempat mereka tinggal dan kuliah dulu itu kota yang memiliki pantai. Jadi, bukan hal yang berat jika ingin bepergian ke pantai. Kebetulan sekali, pantai adalah tempat favorit Kelly, juga seafood, seafood adalah makanan kesukaan Kelly.

“Kamu gak sibuk hari ini?” tanya Kelly.

‘YES!’ gumam Marco dalam hati.

“Ini hari libur, budak korporat banget apa hari libur masih sibuk hahahaha. Gak sibuk aku, aku siap-siap bentar. Tunggu di sini! Aku udah mandi kok, tinggal ganti baju.” ucap Marco sambil pergi ke kamarnya.

“Aku kan belum bilang iya!” ucap Kelly. Namun percuma, karena Marco tak menghiraukannya.

Sepuluh menit kemudian.

“Aku udah siap. Berangkat yuk. Naik mobil aku aja, mobilmu parkir di sini aja.” ucap Marco.

Kelly tak banyak berbicara. Benar kata Marco, dirinya memang sedang sangat sedih. Sangat tidak baik untuk menyendiri begitu saja. Jadi, Kelly pun hanya mengangguk, lalu naik ke dalam mobil Marco.

Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tepi pantai di kota ini. Hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit di perjalanan. Walaupun hari Minggu, namun keadaan pantai bisa dibilang sangat sepi. Syukurlah, mereka bisa bersenang-senang dengan puas hari ini.

Setelah memarkir mobil, Marco dan Kelly pergi ke sebuah tepi pantai yang terletak tidak jauh dari restoran seafood. Benar-benar pas sekali, waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, sebentar lagi matahari akan terbenam, lalu ditemani dengan hidangan makanan laut yang lezat.

“Kelly, tunggu dulu di sini sebentar. Lima menit lagi aku balik lagi ke sini.” ucap Marco.

Kelly hanya mengangguk. Kelly fokus melihat deburan ombak yang mulai tinggi. Dengan angin sore yang terasa menyejukan, Kelly bergumam dalam hatinya, ‘Selamat datang aku yang baru. Lupakan masa lalu, you’ll be happy.’

Tak lama kemudian, Marco kembali dengan membawa tikar. Ia memesan seafood, dan juga menyewa tikarnya. Berkonsepkan piknik, dibawah rindang pohon, mereka berdua menikmati matahari terbenam dengan hidangan seafood yang lezat.

*******

Bersambung…

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD)  

Episode 3Episode 5

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 thought on “Baby Let Me Be Your Husband – Eps 4”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *