Cinta Satu Malam
Bookmark

Cinta Satu Malam

Read full chapter Cinta Satu Malam, Light Novel Cinta Satu Malam english, LN Cinta Satu Malam, Cinta Satu Malam Online, read Cinta Satu Malam at Awnovel.
Status: Completed Author: Artist: Posted by: A.W Posted on: Updated on: View: ? Views
Read complete Cinta Satu Malam on Awnovel. You can also read Cinta Satu Malam free and no registration required, We always be the fastest to update series chapter Cinta Satu Malam.
This title has been categorized as 'mature', therefore may contain intense violence, blood/gore, sexual content and/or strong language that may not be appropriate for underage viewers.

Synopsis Cinta Satu Malam

Beberapa orang berpikir, hubungan seks hanya untuk kebutuhan saja. Padahal, tetap saja, banyak atau sedikit, selalu ada cinta yang terlibat di dalamnya.

Banyak orang memiliki pemikiran, pihak laki-laki-lah yang sering menjadi pihak yang jahat dalam suatu hubungan. Padahal, faktanya tak selalu seperti itu. Terkadang, bahkan sering, pihak perempuan-lah yang paling tega berbuat jahat.

Setelah cinta satu malam itu berlalu, mungkin Dilla tidak merasakan apapun. Mungkin… Hanya perasaan puas karena rasa sepinya sudah tertutupi oleh kehadiran Kenzo. Walau hanya semalam saja.

Lain dengan Kenzo. Kenzo yang selalu percaya akan cinta pada pandangan pertama, merasakan perihnya ditinggalkan begitu saja. Setelah ditinggalkan pergi oleh Dilla, Kenzo menangis sendirian di kamar hotel itu. Konon katanya, air mata paling jujur adalah air mata seorang laki-laki.

Kenzo menangisi nasibnya, lagi-lagi harus ditinggalkan oleh orang yang berhasil merebut hatinya. Setelah melajang cukup lama, sekitar 6 tahun lamanya. Kenzo akhirnya bisa membuat hatinya tidak memikirkan mantan kekasihnya, yang tega meninggalkannya demi menikahi selingkuhannya. Kenzo selalu menyalahkan dirinya sendiri, menyalahkan dirinya kenapa tidak bisa berusaha lebih keras untuk membuat mantan kekasihnya lebih mencintainya.

Kenzo menangis sampai tertidur kembali. Tiba-tiba, ia bermimpi ayahnya yang sudah lama meninggal datang menghampirinya, lalu berkata, “Laki-laki tidak boleh cengeng, kejar dia, buktikan kalau kamu sangat berharga, sangat pantas untuk wanita itu miliki. Ayah yakin kamu bisa, kamu kuat, semangat!”

Ayah Kenzo meninggal sejak Kenzo berusia 10 tahun. Meninggal karena serangan jantung saat sedang menonton pertandingan bola, di depan tv, bersama Kenzo. Namun, sampai sekarang, baru kali ini ayah Kenzo datang ke mimpinya. Dalam mimpi itu, Kenzo ingin memeluk ayahnya, namun ia malah terbangun.

Begitu terbangun, Kenzo langsung menghapus air matanya. Dalam hatinya ia bertekad, kali ini, apapun rintangannya, halangannya, ia harus terus berjuang mendapatkan hati Dilla. Kenzo yakin, Dilla bukan orang jahat, ia hanya seorang korban dari jahatnya kesepian…

Cinta Satu Malam (Warning, 18+)
Bookmark
Followed 2 people

Cinta Satu Malam (Warning, 18+)

Read full chapter Cinta Satu Malam (Warning, 18+), Light Novel Cinta Satu Malam (Warning, 18+) english, LN Cinta Satu Malam (Warning, 18+), Cinta Satu Malam (Warning, 18+) Online, read Cinta Satu Malam (Warning, 18+) at Awnovel.
Posted by: A.W Posted on: Updated on: View: ? Views
Read complete Cinta Satu Malam (Warning, 18+) on Awnovel. You can also read Cinta Satu Malam (Warning, 18+) free and no registration required, We always be the fastest to update series chapter Cinta Satu Malam (Warning, 18+).

Synopsis Cinta Satu Malam (Warning, 18+)

Bagi sebagian banyak orang di kota besar, pasangan bukanlah sesuatu hal yang penting lagi. Kesibukan yang terus mengikat membuat orang-orang lupa akan kenikmatan bagaimana rasanya memiliki seorang pasangan. Pasangan yang bisa saling berbagi keluh kesah. Kesepian yang melintas hanya sekadar berlalu saja, tak pernah benar-benar mengganggu.

Hari itu, tanggal 5 malam di bulan Januari. Hujan baru saja reda, udara di ibukota terasa agak dingin. Dilla baru saja turun dari kantornya yang terletak di salah satu gedung tinggi di kawasan Sudirman, lantai 20. Waktu masih menunjukkan pukul 5 sore. Dilla tidak ingin buru-buru kembali ke apartemennya. Entah kenapa, hari ini rasanya sangat menjemukan, ia merasa sangat kesepian.

Awal tahun, banyak rekan kerja Dilla yang masih mengambil cuti. Termasuk sahabat Dilla, Karin dan Lastri. Dilla tak tahu harus mengajak siapa. Jangan bahas pacar. Sudah 5 tahun lamanya Dilla melajang, tepatnya putus dengan mantan pacar terakhirnya saat ia lulus kuliah.

Dilla memutuskan untuk pergi ke salah satu coffee shop dekat kantornya. Sembari menunggu kopi pesanannya datang, entah kenapa, tanpa sadar Dilla menginstal salah satu aplikasi dating app. Aplikasi itu sebut saja Binder. Ini adalah pertama kalinya Dilla menginstal aplikasi ini. Biasanya, ia hanya melihat kedua sahabatnya, Karin dan Lastri yang memainkan aplikasi ini. Bukan untuk mencari pasangan, terkadang hanya untuk mencari teman pergi dugem saja.

Swipe kanan swipe kiri, berbagai foto muncul di layar ponselnya. Dari yang tampan dengan profil yang bagus sampai yang biasa saja. Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan match bagi Dilla yang berparas cantik. Kenzo, nama laki-laki yang pertama match dengannya. Mereka berdua hanya berjarak 1 km saja.

“Hi, I’m Kenzo~”

Tak lama kemudian, satu chat pun muncul di layar ponsel Dilla.

Dilla segera membalasnya, “Hi, Dilla here.”

“Dilla, cantik sekali seperti orangnya.”

“Ah enggak, aslinya ga secantik foto profil kok haha.”

“Lagi di mana? Lokasi kita deket kayaknya. Aku baru balik banget kerja.”

“Di coffee shop deket kantor. Iya haha.”

“Wanna grab some coffee together? Hehehe.”

“Sinilah, kalo deket daerah sini, coba tebak aku ada di mana. Daerah sini cuma ada 2 coffee shop haha.”

“Malvin Coffee? Otw, kita ngobrol di sana.”

“Haha, betul. Gue di sini sampe jam 7 an doang. Lewat dari itu, byee~”

“Bawel, otw nih.”

“Lha serius? Kita belum kenal masa ketemu?”

Dilla tak mendapatkan balasan lagi dari Kenzo. Dalam hatinya, Dilla merasa aduk campur. Kenapa baru kenal, lalu mau saja langsung bertemu. Bagaimana kalau orang yang ia temui ini orang jahat, bagaimana kalau….

Berbagai pikiran buruk mulai bermunculan di benak Dilla. Namun, pada akhirnya Dilla menenangkan dirinya. Tempat ini sangat aman. Ada di pusat kota. Apapun tidak akan terjadi. Okay Dilla, tenang saja.

15 menit berlalu. Sosok pria tampan, berpakaian rapi dengan setelan jas datang menghampiri Dilla.

“Dilla ya, aku Kenzo.”

“Oh Hai, beneran ke sini ternyata hahaha kirain boong.”

Dilla salah tingkah. Sudah lama sekali ia bisa mengobrol berdua dengan lawan jenis seperti ini.

“Aku boleh duduk di sini?”

“Tentu saja boleh, mau pesan apa?”

Nama Dilla dipanggil oleh barista di coffee shop itu. Lalu, Kenzo pun berkata, “Aku aja yang ambil, sekalian pesan juga.”

*****

“Kamu, kenapa main Binder? Cari pacar? Hahaha.” Tanya Kenzo.

“Iseng aja. Kamu?”

“Sama.”

Mereka berdua terus berbincang. Membicarakan latar belakang mereka masing-masing. Sampai akhirnya waktu menunjukkan pukul 10 malam.

“Eh, udah malem nih.” Kata Dilla.

“Kamu pulang naik apa? Sekalian aku antar pulang ya?”

“Gak usah Ken, makasih. Arah apartemen kita kan lawan arah. Gue naik taksi aja.”

Kenzo tertawa, “Kalau berlawanan arah, gimana kalau kita cari yang searah hahaha.”

Dilla terkejut, “Hah maksudnya?”

Kenzo terkekeh, “Becanda.”

Kenzo pun terkejut begitu mendengar jawaban Dilla berikutnya, “Check in juga ayok haha. Kebetulan besok libur, sekalian staycation.”

“Yakin?” Tanya Kenzo.

“Yakin. Gue gak akan ngapa-ngapain elo kok hahaha.” Ucap Dilla.

“Yang harusnya ngomgong gitu kan aku hahaha. Yaudah ayo, aku tahu salah satu hotel bagus di sini.”

Hotel Ark, bintang 5. Lantai 19.

Pemandangan dari kamar hotel yang mereka booking langsung menghadap ke gedung-gedung tinggi di pusat kota. Terlihat sangat indah dan mewah.

Dilla merebahkan tubuhnya. Rasanya, lelah juga setelah seharian bekerja.

“Dilla, apa kamu punya pacar?” Tanya Kenzo.

“Enggak, kamu?” Ucap Dilla.

“Enggak juga. Btw, aku tidur di sofa aja ya. Gak kuat aku seranjang sama kamu.” Ucap Kenzo.

Keduanya tak saling mencurigai adanya niat buruk. Mereka berdua sama-sama cukup terkenal di circle startup company. 

“Tidur di sini aja sih if you dont mind.” Ucap Dilla.

*****

Setelah Kenzo selesai mandi, ia melihat Dilla yang sudah lebih dulu mandi sedang tiduran sambil berselancar di sosial medianya.

Dilla terkejut, Kenzo tiba-tiba menciumnya. Dilla terkejut tapi tak memberontak.

Semalam penuh, mereka berdua menghabiskan waktu bersama…

Hubungan yang tak seharusnya terjadi….

Keesokan paginya, Dilla dan Kenzo bangun pagi. Dilla bergegas mandi, ia punya janji untuk bertemu dengan ayahnya di Singapore sore nanti. Jadi, ia harus bergegas mengejar penerbangan pagi.

“Mau pergi ke mana? Gak mau cuddle dulu?” Tanya Kenzo.

“Gue harus ngejar pesawat. Mau ke Singapur ketemu bokap.” Ucap Dilla.

Dilla sedang memakai sepatunya, Kenzo yang sedang duduk di atas ranjang, berkata, “Apa kita bisa ketemu lagi? Lucu gak kalau aku baper sama kamu?”

“Maybe yes maybe no, let’s see. Aku berangkat dulu.”

Pintu hotel pun tertutup. Dilla pergi..

“Okay…” Ucap Kenzo.

*****

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD) 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. Maya says:

    Saya suka ceritanya…next ditunggu

    1. owner says:

      Terima kasih banyak sudah berkunjung <3

  2. Fisya I.A says:

    Gmn caranya next?kk

    1. owner says:

      Kalau rame yang request next, nanti mimin bikinin lagi kelanjutannya 😀

  3. Jazz says:

    Hai saya jazz,salam kenal.
    Saya sudah baca ceritanya dan menurut saya sngt bagus,alangkah bagusnya lagi kalau ada lanjutannya.
    Dan saya dengan senang hati nungguin☺️.
    Semangat buat penulisnya.?

    1. A.W says:

      Such a moodbooster, terima kasih banyak yaa <3
      Besok semuanya up di jam 3 sore 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya