xixixi

Bab 1 Pewaris Soekarja Group

Pewaris Soekarja Group
5
(1)

Dina, satu-satunya pewaris tahta Soekarja Group. Kedua orang tua Dina baru memiliki momongan saat ibunya berusia 45 tahun dan ayahnya berusia 60 tahun. Disaat harapan untuk memiliki momongan semakin menipis, program bayi tabung yang sudah mereka lakukan selama puluhan kali akhirnya membuahkan hasil. Ayah Dina, Pak Soekarja tak pernah menuntut istrinya untuk memiliki anak. Kalaupun ada anak, mereka bersyukur, tak ada pun tak apa. Namun, pihak keluarga Pak Soekarja menuntut keluarga Pak Soekarja memiliki momongan, karena bagaimanapun mereka perlu penerus perusahaannya. Pak Soekarja dan istrinya, Bu Ane menjalani terapi untuk memungkinan mereka memiliki anak. Masalah kesuburan ini tak hanya dimiliki oleh Bu Ane, melainkan Pak Soekarja juga memiliki masalah akan kesuburannya.

20 tahun berlalu dengan begitu cepat, kondisi kesehatan Pak Soekarja semakin memburuk. Suatu sore, Pak Soekarja baru saja pulang dari kantor. Pak Soekarja memanggil Dina yang baru saja pulang dari kampusnya.

“Din… Turun sebentar dong. Ayah mau bicara sama kamu.”

“Baik Yah, tunggu sebentar ya, aku lagi keringin rambut.”

Pak Soekarja duduk di sofa di ruang tamu menunggu kedatangan Dina. Lima menit kemudian, Dina pun turun menghampiri Pak Soekarja.

“Din… Ayah mau ngobrol, tapi kamu jangan tersinggung.” Ucap Pak Soekarja pelan.

Dina terkejut, ada apa ini, tumben sekali ayahnya seserius ini pada dirinya, “Iya Yah, serius amat sih Yah. Ada apa?”

Pak Soekarja tersenyum, “Kamu tahu Melvin kan? Anaknya yang punya Supardi Group itu lho.”

Dina mengangguk, “Ia tahu, yang ganteng itu kan Yah hehehe. Kenapa dia?”

Wajah Dina langsung memerah. Sejak ia bertemu dengan Melvin 5 tahun yang lalu, ia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Entah cinta monyet atau apa, namun perasaan antusias itu selalu ada setiap kali ada kesempatan untuk bertemu dengannya.

Pak Soekarja termenung sejenak, lalu berkata, “Kamu mau gak nikah sama dia?”

Dina semakin terkejut, “Hah?”

“Ayah gak maksa. Denger dulu ya. Jangan dulu marah…”

Dalam hatinya, Dina malah sangat senang, kapan lagi bisa menikahi pangeran impiannya. Dina pun duduk dengan tenang lalu mendengarkan penjelasan ayahnya.

“Din… Ayah ini udah tua. Kesehatan Ayah dan Ibu juga semakin memburuk. Sedangkan kamu belum siap memimpin perusahaan kita. Perlu ada seseorang yang membimbing kamu. Kebetulan Pak Supardi mau anaknya cepet nikah juga. Menurutmu bagaimana?” Jelas Pak Soekarja.

“Yah… Aku selalu mendengar saran dan nasihat dari Ayah. Kalau Kak Melvin mau sama aku, aku gak keberatan untuk menikah sama dia. Toh, orang-orang sering bilang kan cinta bisa nyusul seiringnya sering bersama. Sekarang, bagaimana kalau aku kenalan dulu aja sama Kak Melvin? Tidak usah terburu-buru gitu lho Yah.” Jawab Dina.

“Bagus sekali, ini jawaban yang sudah Ayah harapkan. Kita tidak akan tergesa-gesa. Kalian berkenalan saja dulu. Siap-siap ya, nanti malam kita makan malam bersama dengan keluarga Pak Supardi.

“Hah, malam ini?” Tanya Dina.

Pak Soekarja mengangguk, “Lha iya malam ini, kenapa memangnya? Kamu belum siap bertemu dengan mereka?”

Dina mengangguk, “Si.. siap yah! Aku siap-siap dulu ya, mau pilih dress yang cantik.”

Dina langsung berlari ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar, Dina langsung loncat-loncat di atas tempat tidurnya. Dina benar-benar sangat gembira. Semua ini terasa seperti mimpi di siang bolong.

Saat Dina sedang asyik loncat-loncat di atas tempat tidur, terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya. Dina langsung bergegas membuka pintu kamarnya. Dina mendapati ibunya sedang berdiri di depan kamar tidurnya sambil memegang sebuah dress cantik berwarna ungu.

“Nak, pakai ini aja ya. Ini dress yang ibu pakai pas pertama ketemu ayahmu dulu.”

Dina langsung mengambil dress itu lalu mencobanya.

“Bu, bagaimana, cocok gak dipakai Dina?” Tanya Dina.

Bu Ane tersenyum, “Cocok sayang, kamu cantik sekali.”

Bu Ane terdiam sejenak, lalu Dina pun langsung menghampirinya, “Bu, kok ibu melamun sih?

Bu Ane akhirnya bertanya, “Kamu, enggak terpaksa kan? Kita kenalan aja dulu, gak cocok ya gak usah dipaksain.”

Dina tertegun sejenak, “Aku…”

Bersambung……..

*********************

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD)

>>> Episode 2

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Izinkan Aku Menikahimu Lagi

Izinkan Aku Menikahimu Lagi

Status: Ongoing Author: Artist:

Prolog:

"Dina! Di mana kamu!" teriak Melvin.

Melvin menendang pintu kamar Dina. Meskipun mereka sudah menikah, namun Melvin tak pernah menyentuh Dina. Mungkin, karena pernikahan ini dilakukan secara terpaksa. Hati Melvin masih terpaut dengan kekasihnya, Rara.

Belum sempat bertanya ada apa dengan Melvin, Melvin langsung menarik Rara ke atas ranjang.

"Malam ini akan menjadi malam pertama dan terakhir untukmu." Teriak Melvin.

"Jangan Vin! Ja...."

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

Options

not work with dark mode
Reset