Eps 20 : Izinkan Aku Menikahimu Lagi

5
(2)

Melvin segera memeluk Dina, dan merebut batang rokok yang sedang diapit oleh kedua jari Dina.

“Hei, hei, Dina, aku tau apa yang kamu pikirin. Aku, udah, gak, ada, perasaan, apapun, buat, RARA! Aku tau betul, kejadian tadi pagi, terus restoran tadi, lalu hotel ini, kamu jadi mikir karena aku masih nyimpen perasaan buat Rara, masih mau mengenang kenangan aku sama Rara. Salah besar, salah besar Dina. Aku pilih restoran itu karena aku memang murni suka makanan dan view dari restoran itu, hotel ini?”

Dina menyelak perkataan Melvin, “Hotel ini kenapa?”

“Let me hug you,” ucap Melvin sambil memeluk Dina, “aku pesen full package termasuk pesawat dan hotelnya, dan kebetulan dapetnya hotel ini lagi. Kalau  sekiranya aku tau, hotelnya yang ini, pasti udah aku tolak dari awal, karena aku gak mau bikin kamu mikir yang aneh-aneh, aku tau kamu sering stalk media sosial aku.”

Pada detik ini, wajah Dina langsung memerah, “Hah? Stalk? Idih GR banget sih kamu.”

“Taulah, orang pernah kamu gak sengaja like postingan aku yang lama. Dan sekarang postingan itu udah aku hapus semua, liatkan? Gimana aku masih mau mengenang masa lalu aku coba? Males banget inget-inget masa-masa kelam aku,” ucap Melvin.

Cara Melvin menenangkannya, menjelaskan semuanya, membuat hati Dina luluh. Seluruh keluh kesal gundah gulana yang ada di hati Dina, seketika langsung sirna.

“Nakal banget sih, udah mandi, sikat gigi, masih ngerokok aja. Masuk ke kamar yuk sayang.” Melvin langsung menggendong Dina.

***

Kediaman Melvin

“Bu, Bu cilaka ini Bu,” teriak Pak Heru sambil membawa sebuah koran.

“Ada apa sih Pak? Pagi-pagi udah bikin Ibu was-was.” Bi Mirah meletakan piring yang sedang ia cuci.

“Ini, si Rara, mantannya den Melvin, ditunda hukumannya! Sekarang jadi tahanan rumah!”

“Sama-sama ditahan to, emang kenapa? Kan ada polisi yang tetap mengawasi gerak-geriknya Pak,” ucap bi Mirah santai.

“Harusnya Ibu tanya, kenapa bisa jadi tahanan rumah!” ucap pak Heru lagi.

“Emang kenapa Pak?” 

“Karena baru ketauan hamil Bu! Ya Allah hamil!” ucap pak Heru.

“Jangan bilang hamil anaknya den Melvin Pak! Cilaka ini kalau begini ya Allah!” Bi Mirah langsung meletakan cuciannya.

“Bapak juga berharap demikian, ini sekarang kita harus apa Bu? Ya Allah, kasian banget kalau sampai non Dina tau, bisa kacau rumah tangga mereka!”

Mereka berdua berpikir sejenak, sampai akhirnya bi Mirah mengatakan sebuah ide, “Pak, gimana kalau kita hubungi Pak Ilham dulu? Minta beliau untuk tekan media biar gak nyebarin berita ini lagi, tarik semua koran dan berita yang udah terlanjur memberitakan berita kacau ini, ibu gak mau kalau sampai non Dina dan den Melvin tau. Kan kebenaran soal anaknya siapa aja belum tau.”

Pak Heru merasa ide yang diucapkan oleh istrinya itu ada benarnya juga. Walaupun pak Ilham sudah tidak ada hubungannya lagi dengan perusahaan milik keluarga pak Supardi, tapi ketika mendengar hal ini, pak Ilham pun pasti ikut turun tangan.

“Bener banget Bu, bisa tuh. Sekarang juga ya bapak mau telepon pak Ilham, semoga beliau bisa membantu.”

Setelah berbincang dengan pak Ilham, akhirnya pak Ilham bersedia membantu untuk menghentikan semua berita yang menyebar.

Kekhawatiran bi Mirah dan pak Heru tak berhenti di situ saja. Saat siang menjelang sore, tiba-tiba ada seorang petugas pos mengirimkan sebuah surat yang dikirim oleh Rara.

Mereka berdua lagi-lagi dibuat bingung, apakah harus membaca surat ini atau tidak. Namun, pada akhirnya pak Heru menyarankan untuk membaca suratnya saja, walaupun ia tahu hal ini sangat tidak sopan, akan tetapi mereka harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Agar mereka tidak salah langkah juga untuk menghadapi situasi ini. Lagi-lagi, semua ini dilakukan semata-mata hanya untuk kebaikan Melvin.

Bi Mirah membuka surat itu dengan hati-hati, agar tidak rusak, dan masih utuh, seolah belum pernah dibaca oleh siapapun.

Setelah selesai membaca surat itu, mata bi Mirah berkaca-kaca, lalu berkata, “Pak, iya, anaknya den Melvin.”

Bersambung …

Eps 19 – Eps 21 (Coming soon)

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 2

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 thought on “Eps 20 : Izinkan Aku Menikahimu Lagi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *