Sekretaris Pujaan Hati – Eps 3

5
(1)
Sebelum baca, ayo like halaman facebook dan subscribe youtube kami agar tidak ketinggalan info update!!

“Kok bengong aja Pak?”

“Astaga naga, kagetin aja,” Tian mundur satu langkah, lalu bertanya, “maaf siapa ya?”

Listya pun segera muncul kembali, ia menggendong kucingnya sambil memperkenalkan wanita paruh baya yang baru saja menyapa Tian, “Kenalin, ini Bibi Nani.”

“Panggil aja bibi, bibi udah kerja sama keluarga Neng Listya dari Neng Listya masih kecil,” bi Nani meletakan gelas yang berisi teh ke atas meja, lalu melanjutkan, “diminum ya Pak. Saya ke belakang dulu.”

“Makasih Bi, padahal gak usah repot-repot, saya gak lama kok di sini.” ucap Tian.

Bi Nani pun tersenyum, lalu kembali ke belakang.

“Saya lupa cerita, saya tinggal sama Bibi di sini. Beliau udah saya anggap sebagai ibu saya sendiri. Oh iya Pak, saya udah siap nih, mau berangkat sekarang?” tanya Listya.

Tian masih tenggelam dalam pikirannya, ia pun terkejut lagi saat Listya bertanya padanya, “O.. Oh.. Okay, sekarang, ayo kita pergi.”

Tian pun segera pergi ke luar rumah itu setelah menyesap teh yang dihidangkan oleh Bi Nani.

Vet & Petshop BnB

Tak lama kemudian, Tian dan Listya pun sampai. Begitu turun dari mobil, dokter hewan langganan Listya pun segera menyambut, “Aduh, Pluto sekarang udah punya papa baru ya?”

Wajah Listya langsung memerah. Listya dan dokter hewan di sini, Resha memang sudah cukup akrab, karena sudah kenal dari zaman kuliah dulu.

Tian pun segera memecah keheningan yang terjadi karena gurauan Resha tadi.

“Oh nama kucingmu Pluto ya.” ucap Tian sambil mengelus kepala Pluto.

“Hehe, iya, soalnya sesuai badannya, kecil kayak planet pluto.” jawab Listya.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter Resha menjelaskan, “Kondisi kesehatan lele bagus, tapi harus treatment pembersihan kutu. Mau sekalian dimandikan Pak?”

Tanpa banyak berpikir, Tian langsung menganggukkan kepalanya, “Boleh boleh, sampai bersih ya Bu.”

Sambil menunggu lele selesai dimandikan, Tian mencuri kesempatan untuk berbincang dengan Listya. Ia sangat ingin mengenal lebih dalam sosok wanita yang berhasil mencuri hatinya hanya dengan pandangan pertama saja.

Tian: “Listya, sejak kapan suka kucing?”

Listya: “Hmm, sejak saya kecil. Kucing udah saya anggap sebagai sahabat saya sendiri.”

Tian: “Kok bisa gitu? Kamu gak takut kotor, deket-deket sama kucing?”

Listya: “Saya gak tahu, gimana sepinya hidup saya kalau gak ada kucing.”

Sorot mata Listya seolah menunjukkan rasa sepi dan sedih yang mendalam dari hatinya. Tian yang melihatnya, langsung merasa sangat tertekan begitu melihatnya.

Listya segera melanjutkan, “Hehe, bercanda, saya hobi aja pelihara kucing.”

Tian menghela napasnya, lalu berkata secara perlahan, “Kalau ada sesuatu, jangan sungkan untuk cerita sama saya ya.”

“Kenapa memangnya Pak?” tanya Listya.

“Em.. Ini bentuk perhatian saya sama semua karyawan. Jadi, kerjaan pun gak akan terganggu.”

“Oh begitu ya, baiklah kalau begitu.” ucap Listya dengan nada yang terdengar agak kecewa.

Listya agak sedih mendengar ucapan bosnya itu. Terdengar sepele namun menusuk. Entahlah, ia sangat sedih karena selalu merasa tak ada yang benar-benar peduli pada dirinya. Semua orang, peduli padanya hanya untuk keuntungan sendiri saja.

“Taraaa… Lele udah ganteng kan sekarang?” Dokter Resha keluar sambil menggendong lele yang sudah selesai dimandikan.

“Anak papah udah ganteng, adududu.” ucap Tian sambil menggendong lele.

Setelah selesai membayar seluruh biaya perawatan, Tian dan Listya segera kembali ke parkiran untuk pulang.

Saat hampir sampai di rumah Listya, Tian pun berkata, “Listya, terima kasih ya sudah rekomendasikan vet yang bagus buat lele. Sekarang, lele udah gak bau lagi hahaha.”

“Iya, sama-sama Pak. Pak, boleh turunin saya di depan aja gak?” tanya Listya sambil memasukan kembali ponsel yang baru saja ia keluarkan.

“Lah kenapa? Dari gerbang perumahanmu jauh loh buat sampe ke rumah?” tanya Tian.

“Saya mau beli sesuatu dulu, bapak pulang duluan aja gak apa-apa.” ucap Listya.

Listya tampak tergesa-gesa. Tian tak mengerti apa yang terjadi dengan Listya. Ia hanya bisa menurunkan Listya di depan gerbang perumahannya.

“Hati-hati di jalan ya, kalau ada apa-apa hubungi saya ya.” ucap Tian.

“Iya Pak, Bapak juga ya. Terima kasih sudah mengantar.” jawab Listya sambil turun dari mobil Tian.

Setelah melihat Listya berjalan agak jauh, Tian pun diam-diam masuk ke dalam perumahan itu. Saat melewati rumah Listya, Tian melihat sosok laki-laki yang ada di foto itu. Siapa laki-laki itu?

“Le, dia udah punya pacar kayaknya huhuhu.” ucap Tian sambil memeluk Lele.

Sejak melihat laki-laki itu, suasana hati Tian pun seketika langsung berantakan.

“Ya ampun, ini anak bunda kesambet apaan?”

“Bunda kok bisa di sini?” tanya Tian.

“Bunda yang harus tanya, kenapa anak bunda bisa tiduran sambil meluk kucing terus ngelamun juga?”

Tian tak menyangka, bundanya akan datang menjenguknya secara mendadak seperti ini.

**************

Bersambung ….

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD) 

 Episode 2Episode 4

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 thought on “Sekretaris Pujaan Hati – Eps 3”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *