Sekretaris Pujaan Hati – Eps 1

0
(0)
Sebelum baca, ayo like halaman facebook dan subscribe youtube kami agar tidak ketinggalan info update!!

Prolog:

“Joseph, bisa bantu ajarkan saya bagaimana cara menggunakan aplikasi instagram?”

Episode 1

Christian Arnold, laki-laki matang dan mapan berusia 35 tahun. Merintis bisnisnya sejak ia duduk di bangku kuliah. Kegigihannya berhasil mengantarkan perusahaan rintisannya menjadi perusahan paling top di negara ini. Bahkan, tahun ini ia berhasil melebarkan sayap perusahaannya sampai ke beberapa negara tetangga.

Namun, kembali lagi ke hakikat seorang manusia biasa. Sebagai manusia biasa, Christian Arnold tetap memiliki kekurangan. Mungkin karena waktu luang yang dimilikinya sangat sedikit, ia benar-benar hampir lupa cara hidup bersosial. Christian Arnold atau sering dipanggil Tian, memiliki hobi bekerja, jika ada waktu luang, maka ia akan menghabiskannya dengan bermain golf. Saking sibuknya bekerja, orang-orang sampai sering berpikir, Tian ini benar-benar sampai lupa untuk menikah. Padahal, secara finansial dan kedewasaan, Tian sudah cukup memenuhi dua hal ini.

Minggu lalu, Tian mendapatkan kabar, sekretaris pribadinya mengundurkan diri karena akan pindah ke luar negeri bersama suaminya. Oleh karena itu, Tian segera memerintahkan bawahannya untuk mencarikan sekretaris pribadi untuknya.

Calon kandidat sekretarisnya pun berhasil disaring. Dari sekian banyak yang melamar, hanya ada satu orang yang memenuhi syarat yang diminta oleh Tian. Tian ingin sekretaris yang tidak begitu bawel, bekerja cepat, dan memiliki latar belakang pendidikan yang bagus. Untuk tahap penyeleksian, calon kandidat ini harus berhadapan langsung dengan Tian sendiri.

Kantor Tian, Perusahaan Tian Gemilang.

Tok tok tok

“Silakan masuk.” ucap Tian.

Tak lama kemudian, masuklah seorang wanita bertubuh tinggi, rambut panjang, pupil mata cokelat.

Jantung Tian yang seolah sudah berhenti berdetak kencang seumur hidupnya, pada saat ini tiba-tiba berdetak kencang.

‘Bidadari dari mana ini? Aduhai cantiknya.’ gumam Tian dalam hati.

“Silakan duduk.” ucap Tian pelan.

“Baik Pak,” wanita itu duduk, kemudian memperkenalkan diri, “Hallo Pak, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Listya. Lulusan dari Universitas Unggulan, jurusan manajemen bisnis ….”

Tian duduk manis memperhatikan wanita bernama Listya ini menceritakan biografi singkat dirinya.

Setelah selesai berbicara, Listya pun merasa heran dan bingung saat mendengarkan respons calon bosnya ini. Tanpa banyak bertanya, Tian langsung berkata, “Bekerja mulai hari ini ya. Kamu bisa duduk di sana, saya panggilin  karyawan saya dulu untuk menyiapkan bangkunya. Kamu bisa kembali lagi ke sini setelah makan siang nanti.”

Tempat yang ditunjuk Tian adalah ujung kanan di sudut ruangan kantornya. Jelas-jelas diisi oleh lemari buku-bukunya, kenapa harus menempatkan sekretarisnya di situ? Bukannya sekretaris memiliki ruangannya sendiri? Listya tak banyak berpikir. Bisa bekerja di perusahaan ini saja ia sudah sangat bersyukur. Jarang sekali seorang yang baru saja lulus kuliah, bisa bekerja di perusahaan multi nasional seperti ini.

Setelah Listya keluar, Tian segera menelepon Joseph, anak buahnya.

“Joseph, tolong siapkan satu set meja kursi di ruangan saya ya. Sebelum makan siang harus udah ready oke.”

Joseph bingung, “Untuk Bapak?”

“Buat sekretaris baru.”

Joseph tak banyak bicara, ia langsung menuruti permintaan bosnya itu.

***

Satu bulan berlalu. Hampir seluruh karyawan di perusahaan ini bisa melihat perubahan sikap bosnya. Tak seperti biasanya, akhir-akhir ini Tian seringkali senyum-senyum sendiri saat sedang melamun, sering juga bersikap ramah pada para karyawan. Benar-benar tak seperti TIan yang selalu bersikap dingin.

Sampai suatu hari tiba, Tian bertanya pada Joseph, “Joseph, bisa bantu ajarkan saya bagaimana cara menggunakan aplikasi instagram?”

Joseph tercengang. Bosnya yang selalu sibuk bekerja, bersikap acuh tak acuh, mau menggunakan aplikasi hiburan seperti itu? Untuk apa?

“Boleh Pak, tumben Bapak mau main instagram.”

Tian berbisik pelan, “Listya udah keluar buat makan siang kan?”

Joseph juga menjawabnya dengan suara yang pelan, “Udah Pak, kenapa emang?”

“Dia tadi tanya, Bapak punya instagram enggak, terus saya langsung jawab aja punya. Padahal saya gak punya.”

“Oalah seperti itu, ya sudah jadi gini Pak ….”

Joseph mulai mengajarkan Tian bagaimana cara menggunakan aplikasi instagram.

***

Satu jam berlalu, waktu makan siang pun sudah habis. Tian yang masih asyik memainkan instagram dengan Joseph, sambil melihat akun instagram Listya, tiba-tiba terkejut saat meliat Listya masuk, tepat saat Joseph mengatakan, “Lampu hijau Pak, Listya fix jomblo nih hahaha.”

Bersambung…

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD)  

Episode 2 

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

1 thought on “Sekretaris Pujaan Hati – Eps 1”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *