Semua teka-teki rumit yang menghancurkan hidupku dalam dua hari terakhir mendadak terurai dengan sangat terang di dalam otakku.
Gendis tahu betul, aku menderita anosmia total dan tidak bisa mencium bau apa pun. Dia secara licik memformulasikan racikan parfum sintetis beraroma khusus tersebut, lalu mengemasnya dalam botol aromaterapi bergengsi dan memberikannya padaku sebagai hadiah ‘perhatian seorang adik’.
Setiap kali aku berada di dekat Rendy saat mendesain interior rumah masa depan Laras, atau setiap kali aku berdiskusi empat mata dengan Pak Gunawan, suami Bu Widya mengenai proyek kantor, aroma amis menyengat itu terpancar kuat dari bajuku.
Bagi orang awam yang menciumnya, mereka akan langsung berpikiran liar bahwa aku baru saja melakukan hubungan terlarang dengan pria di sekitar situ! Setelah aroma itu menempel dan memicu kecurigaan, Gendis tinggal mengirimkan pesan fitnah anonim dari nomor buangan untuk membakar amarah Laras, Bu Widya, dan Dion!
Tujuan utamanya sangat jelas, dia mau merusak reputasiku hingga hancur berkeping-keping, membuatku depresi, dan merebut seluruh klien serta aset studio interior yang sudah kubangun dengan darah dan air mata.
Aku mengepalkan tangan sekuat tenaga hingga kuku-kukuku menancap di telapak tangan. Rasa sedih dan lemah yang tadi menguasai diriku menguap sepenuhnya, berganti menjadi dendam kesumat yang membara dingin di dada.
Namun, aku tahu bertindak gegabah dengan melabraknya tanpa bukti fisik hanya akan membuatku terlihat seperti orang gila di mata publik.
Selama tiga minggu berikutnya, aku mulai melancarkan sandiwara balasan. Aku pura-pura jatuh ke dalam depresi berat, mengurung diri di rumah, dan pura-pura menyerahkan seluruh kendali operasional studio, rekening bank perusahaan, serta penanganan klien besar kepada Gendis.
Melihatku terkulai tidak berdaya, Gendis makin angkuh. Dia mulai bertindak seolah-olah dialah pemilik sah studio tersebut.
Di saat yang sama, secara diam-diam aku menghubungi seorang ahli kimia murni lulusan institusi ternama di Bandung. Aku menceritakan semua detail reaksi racikan Gendis dan memintanya meracik sebuah senyawa enzim pembalasan.
Senyawa ini sepenuhnya aman bagi kesehatan jaringan kulit, tapi memiliki sifat unik, begitu masuk ke dalam sistem pencernaan dan bereaksi dengan kelenjar keringat tubuh saat seseorang mengalami kepanikan atau tekanan darah tinggi, senyawa ini akan memicu pori-pori kulit untuk memancarkan aroma pembusukan zat organik yang sangat pekat dan tidak akan bisa dihilangkan dengan sabun atau alkohol apa pun selama bertahun-tahun.
Ahli kimia tersebut menyanggupi permintaanku dan menyelesaikan racikan obat tersebut dalam waktu dua minggu.
Terurainya Teka-Teki
Terurainya Teka-Teki
Posted by , ? Views, Released on October 9, 2026
Jejak Bangkai Si Iri Dengki
Status: Completed Released: 2026
Demi menghadiri pertunangan sahabatnya, Maya tidak menyadari kalau asisten yang dibesarkannya sendiri sedang merancang kehancuran hidupnya. Menderita anosmia, Maya diam-diam dijebak dengan racun parfum beraroma terlarang hingga dituduh berselingkuh, diusir sahabatnya, dipecat dari proyek miliaran, dan dicampakkan sang kekasih dalam semalam. Namun, saat keajaiban di tengah guyuran hujan memulihkan indra penciumannya dan membongkar fitnah keji tersebut, Maya merancang pembalasan dendam yang elegan dengan menyuntikkan racun aroma bangkai permanen ke dalam darah sang pengkhianat.