Kehilangan Segalanya

Kehilangan Segalanya
0
(0)

Aku diusir dari area vila dalam keadaan baju basah, kotor, dan kedinginan di bawah gerimis Lembang yang menusuk tulang. Rasa malu dan bingung bercampur menjadi satu, membuat dadaku terasa amat sesak. Kata-kata kasar dari Laras terus bergema di kepalaku seperti kaset rusak.
Dengan jemari bergetar, aku mencoba menghubungi Laras dan Rendy, calon suaminya, untuk meminta penjelasan. Namun, yang kudapatkan hanyalah nada sibuk berulang kali. Mereka sudah memblokir nomor telepon dan seluruh akun media sosialku.
Aku juga mencoba menelepon Dion, pacar yang sudah menjalin hubungan bersamaku selama tiga tahun dan berjanji akan menjemputku di Lembang siang ini. Anehnya, nomor ponsel Dion mendadak tidak aktif. Tanpa pilihan lain, dengan membawa koper dan perasaan hancur berkeping-keping, aku menyewa kendaraan travel untuk pulang ke Jakarta.
Perjalanan kembali ke Jakarta terasa sangat panjang dan menyiksa. Sesampainya di studio desain interior milikku di kawasan Jakarta Selatan, bukannya ketenangan yang kudapatkan, melainkan musibah baru yang jauh lebih besar.
Asisten utamaku, Gendis, menyambutku di pintu studio dengan raut wajah panik yang dibuat-buat. “Mbak Maya! Aduh, akhirnya Mbak pulang juga! Dari tadi ponsel Mbak susah dihubungi. Ini ada kabar buruk banget dari proyek penataan perumahan mewah PT Citra Nusa!”
PT Citra Nusa adalah klien terbesar di studioku dengan nilai kontrak mencapai 2 miliar. Tanpa membuang waktu, aku langsung meluncur ke kantor pusat mereka untuk menemui Direktur Utama mereka, Bu Widya.
Namun, saat aku melangkah masuk ke ruang kerjanya, Bu Widya versi menatapku dengan raut wajah muak dan jijik yang sangat luar biasa. Dia bahkan tidak mengizinkanku untuk duduk.
“Maya, saya menghargai bakat dan karya kamu selama ini. Tapi perusahaan kami nggak bisa kerja sama dengan wanita yang nggak punya moral dan suka merusak rumah tangga orang!”
Pernyataan itu menghantam dadaku seperti pukulan godam. “Maksud Bu Widya apa? Saya selalu kerja secara profesional, nggak pernah merusak rumah tangga siapa pun!”
“Jangan berakting polos di depan saya!” bentak Bu Widya sambil menggebrak meja kerjanya. “Bukti kelakuan bejat kamu sudah ada di tangan saya! Surat pemutusan kerja sama dan denda penalti sudah dikirim ke kantor kamu. Urus semuanya ke bagian hukum, dan dalam lima menit, pergi dari gedung saya sebelum saya panggil media buat bongkar kebusukan kamu!”
Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, aku kehilangan sahabat terbaikku, reputasi profesionalku, dan klien terbesar yang menghidupi bisnisku.
Saat aku kembali ke studio dengan langkah lemas, Gendis merangkul bahuku sambil menunjukkan simpati mendalam. “Mbak Maya, aduh … kok bisa jadi beruntun begini sih musibahnya? Mbak istirahat dulu aja di rumah ya, biar operasional studio dan urusan klien lain aku yang pegang sementara waktu. Mbak fokus menenangkan pikiran aja.”
Gendis adalah anak muda yang kurawat dan kuberikan pelatihan sejak dia baru lulus kuliah dan tidak punya tempat tinggal di Jakarta. Aku sudah memperlakukannya seperti adik kandungku sendiri, membagikan bonus besar setiap kali proyek selesai. Aku sama sekali tidak menyadari bahwa ular berbisa yang sedang menghancurkan hidupku dari dalam ternyata adalah orang yang paling kubela.

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Jejak Bangkai Si Iri Dengki

Jejak Bangkai Si Iri Dengki

Status: Completed Released: 2026

Demi menghadiri pertunangan sahabatnya, Maya tidak menyadari kalau asisten yang dibesarkannya sendiri sedang merancang kehancuran hidupnya. Menderita anosmia, Maya diam-diam dijebak dengan racun parfum beraroma terlarang hingga dituduh berselingkuh, diusir sahabatnya, dipecat dari proyek miliaran, dan dicampakkan sang kekasih dalam semalam. Namun, saat keajaiban di tengah guyuran hujan memulihkan indra penciumannya dan membongkar fitnah keji tersebut, Maya merancang pembalasan dendam yang elegan dengan menyuntikkan racun aroma bangkai permanen ke dalam darah sang pengkhianat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

You cannot copy content of this page.

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya