Pembalasan yang Elegan

Pembalasan yang Elegan
0
(0)

Efek dari senyawa enzim kimia yang terkandung di dalam jus buah tadi mulai bereaksi secara ekstrem di dalam tubuh Gendis.
Begitu mendengar rekamannya terbongkar di depan ratusan orang penting, tekanan darah Gendis melonjak tinggi, rasa panik luar biasa membuat seluruh kelenjar keringat di tubuhnya aktif secara masif.
Dalam hitungan detik, pori-pori kulit di sekujur tubuh Gendis mendadak menyemprotkan aroma pembusukan zat organik yang luar biasa pekat, amis, dan menjijikkan, jauh lebih menyengat dan mengerikan daripada aroma parfum sintetis yang pernah dia pakai untuk memfitnahku!
Aroma pembusukan itu menyebar cepat ke seluruh area panggung dan barisan depan tamu.
Para tamu undangan yang mengenakan pakaian formal langsung menutup hidung mereka dengan raut wajah mual. Beberapa orang bahkan tidak sanggup menahan rasa mual dan berhamburan lari menuju pintu keluar.
“Bau apa ini? Astaga, busuk banget kayak bangkai!” jerit salah seorang investor properti sambil memegang perutnya.
Gendis panik setengah mati. Dia mengangkat kedua tangannya dan mengendus aroma tubuhnya sendiri. “Nggak! Ini bukan aku! Ini bau apa? Maya, kamu kasih aku cairan apa tadi?”
Aku melangkah perlahan mendekati panggung, menatapnya dari bawah dengan tatapan dingin dan berwibawa.
“Itu racikan hadiah khusus dari aku, Gendis. Kamu suka banget pakai rekayasa aroma buat hancurin masa depan dan harga diri orang lain, ‘kan? Sekarang, aku kasih aroma pembusukan itu secara permanen di dalam jaringan darah dan keringat kamu. Selamat menikmati hasil karya kedengkian kamu sendiri.”
Gendis berteriak histeris. Dia melompat dari panggung dan mencoba berlari mendekati para investor dan relasi bisnis untuk meminta pertolongan. Namun, bukannya mendapatkan bantuan, orang-orang justru menendang, memukulnya dengan tas, dan mengusirnya secara kasar karena tidak tahan dengan bau pembusukan mengerikan yang keluar dari tubuhnya.
Dalam waktu kurang dari seminggu, kabar mengenai kelakuan bejat dan kondisi aneh Gendis menyebar luas di media sosial. Bisnis studio yang dicurinya lewat cara dengki itu bangkrut total. Tidak ada satu pun perusahaan, Klien, atau orang awam yang mau mendekati apalagi mempekerjakannya kembali. Dia harus menghabiskan sisa hidupnya terasing dari masyarakat.
Setelah pesta pembongkaran itu selesai, Laras, Bu Widya, dan Dion berlari mengejarku hingga ke area parkir VIP.
Laras menangis sesenggukan sambil mencoba memegang tanganku. “Maya … maafin aku! Tolong maafin aku! Aku benar-benar nggak tahu kalau kita dijebak oleh cewek ular itu! Tolong balik jadi sahabatku lagi, Maya ….”
Bu Widya juga membungkukkan badannya penuh penyesalan. “Maya, proyek 2 miliar kemarin saya kembalikan ke kamu, bahkan saya tambah nilainya jadi dua kali lipat! Tolong maafin kebutaan saya ….”
Sementara Dion berlutut di atas lantai beton parkiran sambil menyodorkan kembali kotak cincin tunangan kami. “Maya, aku mohon … aku cinta sama kamu. Aku janji bakal tebus semua kesalahanku kemarin. Ayo kita nikah ….”
Aku memandangi ketiga orang yang dulu sangat kuhormati itu satu per satu. Tidak ada lagi rasa benci atau sedih di mataku, hanya ada rasa hampa yang dingin.
Aku merapikan posisi mantel hitamku, memutar kunci mobil, lalu menatap mereka dengan senyuman tipis.
“Maafin saya. Sebuah hubungan yang begitu mudah hancur hanya karena emosi sesaat dan hasutan murahan tanpa bukti, nggak akan pernah layak mendapatkan kesempatan kedua. Karier dan bisnis saya bisa saya bangun kembali dari nol dengan terhormat, tapi kepercayaan saya yang udah kalian injak-injak nggak akan pernah bisa kalian beli kembali pakai uang atau air mata.”
Selesai berbicara, aku masuk ke dalam mobil, menginjak pedal gas, dan melaju pergi meninggalkan mereka bertiga yang melamun dalam penyesalan seumur hidup.

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Jejak Bangkai Si Iri Dengki

Jejak Bangkai Si Iri Dengki

Status: Completed Released: 2026

Demi menghadiri pertunangan sahabatnya, Maya tidak menyadari kalau asisten yang dibesarkannya sendiri sedang merancang kehancuran hidupnya. Menderita anosmia, Maya diam-diam dijebak dengan racun parfum beraroma terlarang hingga dituduh berselingkuh, diusir sahabatnya, dipecat dari proyek miliaran, dan dicampakkan sang kekasih dalam semalam. Namun, saat keajaiban di tengah guyuran hujan memulihkan indra penciumannya dan membongkar fitnah keji tersebut, Maya merancang pembalasan dendam yang elegan dengan menyuntikkan racun aroma bangkai permanen ke dalam darah sang pengkhianat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

You cannot copy content of this page.

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya