Jangan Jadikan Hijabku Menjadi Aibku

0
(0)

Sebelum baca, ayo like halaman facebook dan subscribe youtube kami agar tidak ketinggalan info update!! ((PLEASE KLIK SALAH SATU IKLANNYA YA KAKAK, SEBAGAI PENGGANTI KOIN, AGAR AWNOVEL BISA TERUS BERKEMBANG, LAFYUU :*))

By Ulfa

Sepulang sekolah, Indah, perempuan yang berasal dari keluarga kaya ini sengaja tidak pulang. Ia menilai, sekembalinya ke rumah tidak akan ada waktu yang berkualitas bersama orang tuanya, berbeda dengan rumah Aisyah. 

Rumah teman dekatnya selalu ramai dengan obrolan santai dengan keluarganya. Indah bisa dengan mudah mendapatkan barang apapun yang diinginkannya. Namun, ia sangat haus akan kasih sayang orang tuanya karena orang tuanya selalu sibuk dengan urusan sendiri, bahkan bibinya yang telah merawatnya sejak kecil pun sangat menyayanginya.

Meski orang tuanya selalu sibuk, untungnya Indah memiliki teman-teman yang selalu mengingatkan jika ada yang tidak beres. Aisyah adalah sahabat yang baik dan taat beribadah, meskipun Aisyah berasal dari keluarga sederhana, ia selalu mendapat kebahagiaan dari keluarganya. Pakaian Aisyah memang sederhana, namun selalu terlihat anggun dan sesuai dengan hukum Islam. 

Hal tersebut membuat Indah saat berjalan bersama Aisyah mengikuti gaya temannya dengan mengenakan gamis / rok dengan kerudung yang menutupi dadanya. Alkisah, Aisyah mengundang Indah untuk menghadiri acara khusus studi muslim, dan sebagai ratu mode, Indah mempersiapkan dengan sangat cermat setiap busana yang akan ia kenakan saat datang ke suatu acara.

Seiring berjalannya waktu, Indah kerap bersama Aisyah di sekolah. Terakhir, Indah termotivasi oleh Aisyah untuk tetap konsisten mengenakan rok dan menjauhi pakaian ketat, meski awalnya jeans menjadi outfit favorit Indah. Namun lambat laun Indah mulai merasa nyaman dengan pakaian longgar miliknya. Ketika keluar rumah dia juga mulai betiqomah untuk menutupi cadar. Saat Indah mengunggah statusnya ke akun Instagram-nya, banyak terdapat hujatan dari teman-temannya di kolom komentar.

Hujatan usai penistaan ​​agama yang diterimanya di kolom komentar, Indah tak kuat dengan komentar pedas tersebut. Memang, Indah dulunya wanita yang sangat update dengan foto-fotonya tanpa hijab dan baju ketat, sehingga banyak follower di Instagram-nya. Dan atas tingkah lakunya yang seperti itu, orang tuanya tidak pernah memperhatikannya, namun ketika dia mengenal Aisyah, kelakuan buruknya itu lama kelamaan dihapus oleh Aisyah. Namun, setelah perubahan ini Indah didapat, ia terguncang lagi untuk kembali ke kehidupan aslinya karena tak kuat dengan komentar pedas temannya di dunia maya.

“Wah, saya hanya ingin kaya dulu. Saya tidak pantas memakai baju longgar dan hijab syar’i seperti ini, saya malu dengan sikap buruk saya.”

“Yah, aku tahu kamu seperti ini karena komentar dari teman-teman dunia virtualmu. Tapi yang harus kamu ingat adalah kamu lebih cantik seperti ini ndah jangan berlomba-lomba mencari penilaian dari manusia ndah, karena itu tidak akan pernah berakhir. Biarlah mereka berkomentar, tapi penilaian yang sebenarnya adalah penilaian Allah Ndah. “

“Terima kasih Aisyah. Kamu selalu jadi alarm buatku.”

Meski tidak ada hubungan darah antara kedua wanita itu, dari temannya itulah Indah mendapat banyak pelajaran hidup yang berharga darinya. Aisyah ibarat adik bagi Indah yang selalu memberikan pesan-pesan kebaikan padanya. Dekat dengan penjual parfum memang akan tercium baunya. Begitu pula ketika kita dekat dengan teman baik, kita akan tertular kebaikan mereka.

Aisyah ibarat alarm bagi Indah yang selalu memberi peringatan saat perilakunya mulai berubah. Aisyah juga seperti hansaplast yang siap menutup lukanya kapan saja. Memiliki sahabat seperti Aisyah adalah anugerah terindah dari-Nya, kedekatan dengannya selalu mengingatkan Indah akan makna kehidupan fana ini. Untuk menasihati agar tidak menggurui. Namun, perlahan tapi pasti nasehatnya berhasil mengubahnya menjadi lebih baik.

Terima kasih sudah membaca novel kami. Untuk menyemangati author agar terus update, jangan lupa share, komen dan klik salah satu iklan di web kami(Hehehe lumayan bisa beli cemilan untuk menemani author nulis XD)   

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *