Ketika Kehilangan Menyadarkannya

Ketika Kehilangan Menyadarkannya
0
(0)

Sore harinya, eksekusi berlanjut ke rumah orang tua Farhan.
Didampingi tim hukum dan polisi, aku mendatangi rumah sempit itu. Ibu mertuaku yang sedang bersantai langsung lemas begitu melihat Farhan digiring polisi dengan tangan terborgol, disusul truk eksekusi yang menarik seluruh perabotan dan barang-barang mewah di rumah itu, barang yang dibeli menggunakan uang operasional perusahaan dan fasilitas dari keluargaku.
Ibu mertuaku menangis histeris di pinggir jalan, memohon ampun dan berlutut di kakiku agar tidak memenjarakan Farhan dan mengambil fasilitas mereka.
“Rita! Ibu mohon, Rita! Kami mau tinggal di mana kalau rumah dan mobil ditarik? Kasihan Farhan, Rita!” jeritnya pilu.
“Dulu Ibu nggak kasihan sama aku pas Ibu menutupi perselingkuhan Farhan dan membiarkan Kevin benci aku,” jawabku datar sambil melangkah masuk ke dalam mobil.
Mengenai Kevin, sesuai bukti rekaman doktrinasi mental dan perlakuan kasar Farhan yang menamparnya di meja makan, pengadilan dengan cepat melimpahkan hak asuh penuh kepadaku. Namun, aku memutuskan membawa Kevin ke rumah ayah dan ibu untuk dirawat dan direhabilitasi mentalnya oleh psikolog anak di bawah pengawasan penuh ayah ibu.
Pukul empat sore.
Mobil travel resmi dari Lembaga Penelitian Internasional sudah menjemputku di halaman rumah orang tuaku. Koper-koper besarku sudah dirapikan. Profesor Suwandi menungguku di dalam mobil.
Kevin berlari keluar dari pintu rumah, memeluk kakiku erat-erat sambil menangis sesenggukan. Anak kecil itu akhirnya sadar dan menyesali semua perkataan jahatnya setelah melihat ayahnya diangkut polisi dan neneknya kehilangan segalanya.
“Ibu … Ibu jangan pergi … Kevin minta maaf, Bu ….” tangis Kevin pecah, pipinya yang dulu ditampar Farhan kini tertutup plester. “Kevin mau ikut Ibu … Kevin sayang Ibu ….”
Aku berjongkok, mengusap air mata di pipi Kevin dengan lembut. Bagaimanapun, dia darah dagingku. Tapi keputusan untuk membiarkannya belajar dari rasa kehilangan adalah pelajaran terbaik.
“Kevin tinggal sama opa dan oma dulu ya,” ucapku lembut namun mantap. “Belajar jadi anak yang baik, jangan mudah terpengaruh kebohongan orang lain. Ibu harus pergi kerja mengejar mimpi Ibu yang sempat tertunda.”
Aku berdiri, mengecup keningnya untuk terakhir kali, lalu melangkah masuk ke dalam mobil tanpa menengok ke belakang lagi.
Di balik jeruji besi sel tahanan, Farhan terduduk di lantai semen yang dingin. Dalam semalam, dia kehilangan segalanya, posisi direktur, rumah mewah, mobil, harta, anak, dan wanita yang benar-benar tulus mencintainya. Rinka di sel wanita terus memakinya, sementara ibunya terlunta-lunta di jalanan.
Farhan menangis histeris meratapi kebodohannya, menyadari bahwa wanita yang dulu dia anggap sekadar istri rumahan yang tidak paham apa-apa adalah satu-satunya poros kehidupannya. Namun semuanya sudah terlambat. Kehilangan sudah menyadarkannya, saat Rita Sundari sudah terbang tinggi melintasi hutan pedalaman, bersinar kembali di dunia yang seharusnya milik sang peneliti.

Setiap dukungan dari kamu berharga banget buat kelangsungan webnovel ini. Yuk, bantu author tetap berkarya! https://saweria.co/awnovel

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ketika Kepergianku Menyadarkannya

Ketika Kepergianku Menyadarkannya

Status: Completed Author: Released: 2026

Rita Sundari, seorang lulusan terbaik PTN ternama yang rela melepas kariernya sebagai peneliti demi menjadi ibu rumah tangga, harus menerima kenyataan pahit saat mendapati suaminya, Farhan, berselingkuh dengan Rinka dan menganggapnya wanita dungu, bahkan sampai menghasut anak kandung serta keluarga mertuanya untuk membencinya. Tanpa mengamuk, logika dingin sang peneliti dalam diri Rita pun bangkit untuk menyusun pembalasan dendam yang presisi bersama sang ayah dan pengacaranya, meruntuhkan seluruh fondasi ekonomi Farhan, menyita aset perusahaan, hingga membawa Farhan dan Rinka ke jeruji besi atas kasus penggelapan dana. Saat Farhan meratapi kehancuran dan kehilangannya di balik penjara, Rita melangkah mantap mengambil kembali hak asuh anak, harta, serta kehormatannya untuk kembali bersinar di dunia penelitian internasional.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya