Bantu klik salah satu iklan, atau langsung ke https://saweria.co/awnovel buat dukung author tetap berkarya!
Suara denting notifikasi ponsel di atas meja belajar membuyarkan konsentrasi Tasya yang sedang merapikan berkas persyaratan beasiswa.
Sebuah pesan dari nomor tak dikenal terpampang di layar, [Cewek bathtub, udah tidur belum? Jangan lupa minum air putih biar gak pusing lagi.]
Senyum Tasya mengembang seketika tanpa bisa ditahan, jarinya bergerak cepat membalas pesan itu hingga percakapan mereka bergulir lancar dan berujung pada panggilan video call.
Di layar ponsel, Rico terlihat berbaring di kasurnya dengan kaus oblong hitam kusam dan rambut sedikit berantakan, tapi tatapan mata dan cara bicaranya yang hangat membuat suasana malam terasa begitu hidup.
Mereka tertawa membicarakan hal-hal konyol, dan malam itu, untuk pertama kalinya, Tasya merasakan desir aneh yang makin kuat di dadanya, sebuah rasa jatuh cinta yang hadir tanpa sempat dia cegah.
Namun, kehangatan itu mendadak surut saat panggilan berakhir dan Tasya kembali menatap tumpukan jurnal serta brosur program S2 yang tertata rapi di mejanya.
Tatapan Tasya tertambat pada papan visi masa depannya, mengingatkan pada ambisi besarnya untuk melanjutkan studi magister dan mengikuti jejak karier akademik kedua orang tuanya.
Bayangan ekspektasi tinggi dari ayah dan ibunya langsung menghantam kesadaran Tasya, membayangkan betapa tidak mungkinnya sosok Rico yang slengean dan terkesan tanpa arah itu bisa diterima di dalam keluarganya.
Ketika matahari terbit keesokan harinya, pesan singkat dari Rico yang mengucapkan selamat pagi hanya dibiarkan Tasya menggantung tanpa balasan.
Tasya memeluk erat ponselnya dengan menghela napas berat, mencoba bersikap realistis dan mengubur perasaannya dalam-dalam demi jalan hidup yang sudah direncanakannya secara logis.