Tasya Ngilang

Tasya Ngilang
0
(0)
Bantu klik salah satu iklan, atau langsung ke https://saweria.co/awnovel buat dukung author tetap berkarya!

Tiga hari berlalu begitu saja tanpa ada satu pun pesan atau panggilan dari Rico yang dibalas oleh Tasya.
Rico yang penasaran dan merasa ada yang mengganjal akhirnya memutuskan untuk mendatangi tempat gym biasa, berharap bisa menemukan jawaban langsung.
Nasib baik berpihak padanya, dari kejauhan dia melihat Tasya sedang berdiri di dekat area loker sambil mengelap keringat dengan handuk kecil.
Rico berjalan mendekat dengan langkah mantap, menghentikan langkahnya tepat di hadapan Tasya yang tampak terkejut melihat kehendak tak terduga itu.
“Kamu kok nggak balas chat aku lagi? Apa ada yang salah sama aku?” tanya Rico langsung pada intinya, menatap mata Tasya dengan raut bingung.
Pertanyaan polos dan jujur itu seketika membuat Tasya bungkam, lidahnya mendadak kelu untuk mengutarakan alasan logis yang selama tiga hari ini dia susun.
Pikiran Tasya justru mendadak melayang kembali pada ingatan saat mereka ngopi bersama di kafe gym minggu lalu.
Kalau direnungkan lagi dari obrolan santai waktu itu, Rico sebenarnya sama sekali tidak se-slengean yang dia bayangkan di awal.
Wawasan Rico sangat luas, kosa katanya tertata, dan ada begitu banyak fakta unik menarik yang bisa cowok itu ceritakan dengan sangat luwes dan cerdas.
Tasya menarik napas panjang sambil menatap mata Rico yang jujur, merasakan pertahanan logika yang dibangunnya mendadak goyah.
Haruskah dia menurunkan gengsinya sedikit dan memberi kesempatan untuk mengenal Rico lebih dalam sebelum menghakiminya dari luar?
“Sori, kemarin aku lagi pusing mikirin berkas beasiswa,” kilih Tasya pelan, mencoba mencairkan ketegangan di antara mereka.
Rico tersenyum tipis, ketegangannya mencair seketika, “Ya udah kalau gitu, sebagai gantinya kamu harus mau aku ajak makan malam nanti, gimana?”
Tasya menatap Rico sebentar, lalu akhirnya mengangguk pelan menuruti kata hatinya, memutuskan untuk memberi jalan pada rasa penasaran itu.
Suara alunan musik jazz mengalun lembut di sudut restoran tempat Rico dan Tasya menikmati makan malam mereka.
Di sela-sela menyantap hidangan, Rico menggeser piringnya sedikit lalu menatap Tasya dengan raut penasaran.
“Ngomong-ngomong, tadi kamu bilang lagi pusing ngurus berkas beasiswa ‘kan? Memangnya kamu mau ambil jurusan apa buat S2 nanti?” tanya Rico iseng.
“Kehutanan, fokus ke manajemen konservasi. Aku lagi nyiapin proposal riset tentang restorasi ekosistem mangrove, tapi sejujurnya masih bingung nentuin variabel penelitiannya,” jawab Tasya sambil menghela napas.
Rico menyandarkan punggungnya ke kursi, memutar-mutar gelas minumannya sambil tersenyum tipis.
“Restorasi mangrove itu menarik banget, tapi kalau kamu cuma fokus di variabel vegetasi sama tingkat salinitas dalam air doang, itu udah pasaran banget buat standar beasiswa S2,” ujar Rico santai.
Tasya mengerutkan dahi, sedikit terkejut dengan istilah teknis yang baru saja keluar dari mulut Rico, “Lho, terus menurut kamu harusnya gimana?”
“Coba kamu masukin pendekatan socio-ecological system. Jangan cuma hitung keberhasilan bibit yang tumbuh, tapi ukur juga keterlibatan ekonomi masyarakat lokal di sekitar pesisir. Kebanyakan proyek restorasi di Indonesia itu gagal bukan karena bibitnya mati, tapi karena tata kelola konflik lahannya nggak selesai,” jelas Rico panjang lebar dengan nada suara yang tenang tapi sangat menguasai materi.
Tasya melotot kecil, terperangah mendengar penjelasan yang begitu runtut dan tajam dari seorang cowok yang tadinya dia kira hanya suka party.
“Kok kamu paham banget sampai ke masalah tata kelola konflik lahan segala?” tanya Tasya takjub, matanya berbinar menatap Rico.
Rico terkekeh pelan, menyisir rambutnya ke belakang dengan gaya santai, “Dulu aku sempat ikut proyek riset lapangan di daerah pesisir. Jadi ya … lumayan tahu dikit-dikit lah.”
“Dikit-dikit dari mana? Itu mah udah setara analisis praktisi!” seru Tasya sambil menggeleng-gelengkan kepala, benar-benar tidak menyangka sudut pandang Rico bisa sebuka itu.
“Ya udah, nanti kalau proposal kamu butuh dibedah atau butuh referensi jurnal internasional yang bagus, bilang aja ke aku. Siapa tahu aku bisa bantu carikan,” tawar Rico santai sambil tersenyum manis.
Tasya menatap wajah Rico di bawah pendar lampu restoran yang hangat, merasakan kekaguman luar biasa yang makin melumpuhkan seluruh penilaian buruknya selama ini.

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Pahlawanku Si Pria Bertato Singa

Pahlawanku Si Pria Bertato Singa

Status: Completed Author: Released: 2026

Ketika rasa frustrasi dan desakan ekspektasi orang tua membawa Tasya ke dalam bahaya di sebuah klub malam, kedatangan Rico, seorang pria misterius berkaus kusam dengan tato singa di lengannya, menjadi penyelamat tak terduga yang merenggutnya dari niat jahat orang asing. Pertemuan impulsif yang diawali tuduhan miring dari sang ayah itu perlahan berubah menjadi kekaguman mendalam saat Tasya menyadari bahwa di balik penampilannya yang slengean, Rico menyimpan latar belakang luar biasa yang sanggup melumpuhkan segala penilaian buruk dan mengubah masa depannya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

You cannot copy content of this page.

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya