Jejak yang Terhapus di Desa Sindang

Jejak yang Terhapus di Desa Sindang
0
(0)

Sementara itu, di Universitas Andratama.
Heni, teman seangkatan Mala yang ikut KKN di desa yang sama, hari ini dipanggil oleh pihak dekan untuk ditanyai perihal menghilangnya Mala.
Bu Lisa tak habis pikir. Zaman sudah semaju ini, mana mungkin masih ada pelet atau hal mistis semacamnya? Ditambah lagi, mahasiswa yang bisa mengenyam pendidikan di Universitas Andratama adalah mahasiswa dengan kecerdasan di atas rata-rata. Mana mungkin Mala, seorang mahasiswi jurusan psikologi yang rasional, bisa terbuai bujuk rayu pria desa semudah itu?
“Heni, tolong jelaskan sama saya, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Mala bisa nggak ikut kalian pulang?” tanya Bu Lisa dengan heran, jemarinya mengetuk meja kayu pernis dengan intonasi menuntut.
Heni meremas ujung roknya. Wajahnya pucat, bayangan dua bulan lalu saat rombongan mereka pertama kali menginjakkan kaki di Desa Sindang mendadak berputar hebat di kepalanya.
“Bu … Desa Sindang itu aneh sejak hari pertama kami datang,” bisik Heni dengan suara gemetar.
Dua bulan yang lalu.
Bus kecil yang membawa delapan mahasiswa KKN Universitas Andratama berhenti di batas gerbang kayu Desa Sindang. Waktu itu hari baru menunjukkan pukul tiga sore, tapi langit di atas desa sudah berwarna merah pekat seperti memar.
Kesan pertama yang ditangkap Heni adalah kesunyian yang tidak wajar. Tidak ada suara burung, tidak ada lolongan anjing, bahkan angin pun terasa berhenti berhembus. Namun, anomali paling mengerikan terjadi tepat saat Mala melangkah turun dari bus.
Di sudut gapura desa, berdiri deretan warga lokal yang menyambut mereka dengan wajah tanpa ekspresi. Anehnya, dari sekian banyak mahasiswa, mata seluruh warga hanya tertuju pada Mala. Mereka menatap Mala tanpa berkedip sedikit pun.
“Paling mereka cuma heran lihat anak kota, Hen,” kelakar Mala waktu itu, berusaha mencairkan suasana meski tangannya sendiri terasa dingin.
Lalu, Ridwan muncul. Pria lokal yang menjadi ketua pemuda desa itu melangkah mendekat seraya membawa nampan berisi cangkir-cangkir seng. Asap tipis membumbung dari cangkir tersebut, menyebarkan aroma sangit yang menyengat.
“Selamat datang di Desa Sindang. Di sini, ada tradisi penyambutan. Setiap tamu wajib minum teh sangit herbal ini biar nggak kaget sama udara desa,” ucap Ridwan hangat. Senyumnya ramah, tapi matanya sama sekali tidak memancarkan ramah.
Heni ingat betul, saat itu Mala merasa haus dan tanpa curiga langsung meminum teh herbal tersebut hingga habis. Sementara anak-anak KKN yang lain hanya berpura-pura menempelkan bibir ke cangkir karena bau tehnya yang terlalu aneh.
Hanya selang beberapa menit setelah teh itu habis, anomali kedua terjadi.
Mala mendadak mematung di tempat. Bola matanya bergetar hebat, lalu dengan gerakan patah-patah seperti boneka kayu, Mala mencopot cincin pemberian ibunya dari jari manis sebelah kiri dan melemparkannya begitu saja ke semak-semak.
Saat Heni kaget dan ingin mengambilkan cincin itu, Mala cuma menatapnya dengan tatapan kosong dan polos.
“Kamu kenapa ngambil sampah itu, Hen? Aku ‘kan nggak pernah punya cincin,” kata Mala dengan suara datar yang terlampau tenang.

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Malapetaka KKN

Malapetaka KKN

Status: Completed Author: Released: 2026

KKN yang seharusnya menjadi kenangan indah masa kuliah justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Mala saat dia dijebak oleh Ridwan, pria lokal Desa Sindang yang mengincarnya untuk dijadikan tumbal pengantin desa. Melalui seduhan teh sangit berpelet gaib, ingatan dan kesadaran Mala direnggut perlahan hingga dia lupa pada keluarganya dan tergila-gila pada Ridwan, meninggalkan teman-teman KKN-nya dalam ketakutan dan kebingungan. Berpacu dengan waktu sebelum jiwa Mala terkunci selamanya di malam ritual penutupan, Rendi dan Lina bersama rombongan kecilnya nekat menerobos kegelapan Desa Sindang demi menembus sihir kelam dan membawa pulang putri mereka dari cengkeraman malapetaka tersebut.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya