Tekad Sang Peneliti

Tekad Sang Peneliti
0
(0)

Keesokan paginya, suasana meja makan terasa begitu tegang sejak fajar menyingsing. Aku sengaja sibuk di dapur, menyiapkan sarapan sederhana sambil memperhatikan gerak-gerik Farhan dan Kevin dari balik pintu. Farhan duduk dengan lingkaran hitam di bawah mata, wajahnya kusut dan penuh tekanan akibat krisis keuangan yang menghantamnya kemarin.
Tiba-tiba, suara piring beradu kencang memecah keheningan.
“Kevin nggak mau makan nasi goreng ibu! Aneh, nggak enak!” jerit Kevin melengking, mendorong piringnya hingga hampir jatuh ke lantai. “Kevin pengen masakan Tante Rinka! Tante Rinka kalau bikin spageti enak banget, nggak kayak ibu yang masaknya itu-itu aja!”
Farhan yang sedang memegang keningnya seketika kehilangan kesabaran. Rasa stres, panik, dan emosi yang tertahan sejak kemarin membumbung tinggi.
Plak!
Suara tamparan keras bergema di ruang makan. Wajah kecil Kevin terlempar ke samping, meninggalkan bekas kemerahan yang mencolok di pipinya. Anak lima tahun itu membeku sejenak sebelum akhirnya menangis histeris, memegang pipinya yang panas.
“Diam kamu, Kevin!” bentak Farhan dengan mata memerah, suaranya bergetar menahan amarah. “Jangan pernah sebut nama wanita itu lagi di rumah ini! Kamu tahu nggak dialah yang bikin Ayah susah!”
Aku segera keluar dari dapur, berlari kecil menghampiri Kevin dan memeluknya. Meski hatiku dingin melihat anak yang sudah teracuni ini, tindakan Farhan menampar anak kecil tetap membuat dadaku bergejolak. Aku menatap Farhan dengan raut wajah terkejut dan terluka yang dibuat-buat, sementara Farhan sendiri terpaku menatap tangannya yang baru saja memukul anak kandungnya sendiri.
Di dalam benakku saat mengelus punggung Kevin, sebuah tekad memadat dengan sangat kokoh. Cukup. Masa-masa diriku mengubur impian, menjadi bayangan di balik kesuksesan Farhan, dan membiarkan diriku direndahkan hingga ke tingkat terendah, selesai hari ini. Setelah seluruh sandiwara pembalasan dendam ini tuntas, Rita Sundari akan bersinar kembali sebagai dirinya yang sejati.
Setelah suasana mereda, Farhan berangkat ke kantor dengan langkah lemas dan penuh beban, sedangkan aku mengantar Kevin ke sekolah tanpa sepatah kata pun.
Begitu kembali ke rumah yang sepi, aku melangkah ke ruang kerja. Aku merogoh ponsel, menekan sebuah nomor yang sudah bertahun-tahun tidak kuhubungi. Nomor milik mantan dosen pembimbing sekaligus Profesor senior di lembaga penelitian fauna internasional tempatku mengabdi dulu.
“Selamat pagi, Prof Suwandi,” ucapku dengan suara tenang, lugas, dan penuh kewibawaan yang selama ini terpendam.
“Rita? Rita Sundari?” suara Profesor di ujung telepon terdengar terkejut sekaligus antusias. “Astaga, Rita! Sudah lama sekali! Ada apa tiba-tiba menghubungi Saya?”
“Profesor, saya mau kembali ke dunia penelitian,” kataku tanpa ragu sedikit pun. “Apa ada posisi atau proyek yang lagi butuh tenaga ahli saya?”
Hening sejenak di ujung telepon sebelum Profesor Suwandi tertawa pelan. “Pas sekali, Rita! Ini seperti takdir. Kami lagi siapkan proyek riset rahasia konservasi dan ekspedisi fauna langka tingkat internasional di kawasan hutan pedalaman terisolasi. Durasi proyek ini dua tahun penuh. Karena sifatnya sangat rahasia dan berada di medan ekstrem, seluruh tim nggak diizinkan membawa alat komunikasi atau berhubungan dengan siapa pun selama proyek berlangsung. Pas banget tim utama kita bakal berangkat Senin depan, persis seminggu lagi!”
“Senin depan? Pas sekali, Prof. Masukkan nama saya ke dalam tim utama,” jawabku tegas.
Senin depan adalah hari di mana eksekusi pembalasan dendamku genap seminggu setelah hari anniversary. Begitu Farhan dan Rinka hancur total pada hari eksekusi itu, aku akan langsung melangkah pergi meninggalkannya menuju kehidupan baruku yang gemilang tanpa jejak.
Sementara itu di sisi lain kota, Farhan ternyata tidak benar-benar bertobat.
Ketakutan akan kehancuran karir dan dorongan egonya membuat Farhan nekat mendatangi apartemen Rinka secara sembunyi-sembunyi usai dari kantor. Di sisi lain, Rinka yang sedang panik setengah mati karena terus-menerus menerima surat panggilan dari kepolisian terkait dugaan penggelapan dana proyek, langsung mengubah taktiknya begitu melihat Farhan muncul di depan pintunya.
“Mas Farhan ….” tangis Rinka pecah, langsung menghambur memeluk Farhan. Wajah galak dan makiannya kemarin malam sirna, berganti dengan raut ketakutan yang manipulatif. “Maafin aku soal kemarin ya, Mas. Aku panik banget … aku takut masuk penjara, Mas!”
Farhan yang pada dasarnya lemah dan mudah terbuai, seketika luluh membalas pelukan selingkuhannya itu.
“Iya, Rinka … aku paham,” gumam Farhan mengelus rambut Rinka. “Tapi rekeningku masih dibekukan, aku nggak punya uang tunai sebanyak itu buat bayar ganti rugi kamu.”
Rinka mengusap air matanya, menatap Farhan dengan tatapan licik. “Mas, ‘kan ada Rita! Rita ‘kan anak orang kaya! Ayahnya punya aset di mana-mana! Kamu bujuk Rita, Mas! Minta Rita bicara sama ayahnya supaya mau ngucurin dana segar atau pinjaman darurat buat nyelamatin kamu dan posisi perusahaan! Kalau Rita sayang sama kamu, dia pasti mau lakuin apa aja demi kamu!”
Farhan terdiam sejenak. Pikiran liciknya mulai berputar. Dia teringat bagaimana Rita kemarin menangis dan berjanji akan memaafkan serta merahasiakan semuanya dari orang tuanya.
“Kamu benar, Rinka,” bisik Farhan dengan senyum tipis yang mulai terbit di bibirnya. “Rita itu sangat mencintaiku. Dia pasti mau mengorbankan apa saja asal aku nggak meninggalkannya.”
Farhan mengangguk setuju, merasa mendapat jalan keluar. Dia sama sekali tidak menyadari, setiap jengkal langkah nekatnya hari ini sedang direkam sempurna oleh tim detektif swasta yang kuutus, mempercepat vonis kehancuran yang sudah menunggunya di depan mata pada hari eksekusi Senin depan.

 

Setiap dukungan dari kamu berharga banget buat kelangsungan webnovel ini. Yuk, bantu author tetap berkarya! https://saweria.co/awnovel

Rate cerita ini yuk Kak!

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Ketika Kepergianku Menyadarkannya

Ketika Kepergianku Menyadarkannya

Status: Completed Author: Released: 2026

Rita Sundari, seorang lulusan terbaik PTN ternama yang rela melepas kariernya sebagai peneliti demi menjadi ibu rumah tangga, harus menerima kenyataan pahit saat mendapati suaminya, Farhan, berselingkuh dengan Rinka dan menganggapnya wanita dungu, bahkan sampai menghasut anak kandung serta keluarga mertuanya untuk membencinya. Tanpa mengamuk, logika dingin sang peneliti dalam diri Rita pun bangkit untuk menyusun pembalasan dendam yang presisi bersama sang ayah dan pengacaranya, meruntuhkan seluruh fondasi ekonomi Farhan, menyita aset perusahaan, hingga membawa Farhan dan Rinka ke jeruji besi atas kasus penggelapan dana. Saat Farhan meratapi kehancuran dan kehilangannya di balik penjara, Rita melangkah mantap mengambil kembali hak asuh anak, harta, serta kehormatannya untuk kembali bersinar di dunia penelitian internasional.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plugin Kapsule Corp

Options

not work with dark mode
Reset
Part of PT. King Alin Jaya